Kiss of an Angel

That you are young is enough to make me love you very much.

There can be no virtue without obedience.

We must, each of us, be willing to sacrifice our own will, even at a heavy cost...The sacrifice that is needed is the sacrifice of the will.

Everyone invited

"If we do not give them something to think about their minds will turn to unwholesome thoughts."

"Act today in such a way that you need not blush tomorrow."

"Direct every action to the Lord by saying, “Lord, I offer You this work, please bless it.”"

"If you wish to fly high, start from the bottom.

I would like to stress good health, good moral conduct and serious studies. Health is a precious gift; take good care of it..

Friday, 10 May 2013

Supaya Mereka Menjadi Satu



Minggu paskah VII

Hari ini kita merayakan hari komunikasi sedunia, tujuan komunikasi seperti isi doa Yesus yang kita dengarakan hari ini dalam injil:”supaya mereka bersatu”. Namun kita melihat betapa banyak perpecahan yang terjadi dalam dunia kita sekarang ini. Peperangan antar negara masih berjalan terus, konflik antar suku di negeri kita juga terus berlanjut, lingkup yang lebih kecil perpecahan dalam keluarga semakin merajalela bisa dilihat betapa banyak percerian suami isteri. Dan ini terjadi di tengah berkembangnya berbagai macam sarana komunikasi yang sangat pesat dengan harapan semakin membuat manusia semakin mudah berkomunikasi supaya mereka bersatu.

Kalau masing-masing mau jujur bukan perlengkapan dan sarana komunikasi yang salah tetapi manusia yang menggunakannya, bukan untuk menjalin persatuan sebagai tujuan berkomunikasi. sebaliknya sarana ini justru digunakan untuk menyebarkan berbagai macam isu yang menyebabkan perselisihan dalam hidup manusia. Itulah realitas hidup manusia dengan berbagai sarana komunikasi yang semakin canggih. Sebetulnya yang diperlukan adalah pertobatan terus menerus untuk menjalin persatuan dalam hidup bersama. Seharusnya berbagai macam sarana komunikasi itu membantu untuk mempersatukan manusia. Bisa belajar dari sapu lidi kalau kita bersatu sungguh sangat kuat. Tidak ada orang yang mampu mematahkan sapu lidi yang menjadi satu ikatan. Tapi orang bisa dengan sangat mudah mematahkan lidi yang terpisah satu-satu.  Marilah kita mencontoh sapu lidi dengan membangun persatuan lewat komunikasi dengan berbagai macam sarana yang sekarang kita miliki di zaman kita seklarang. Ini berarti mewujudkan doa Yesus “ supaya mereka bersatu”

Doa Yesus dalam injil “ Bapa yang kudus. Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepadKu orelh pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu bahwa Engkaulah yang mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka seperti Engkau mengasihi Aku”

Dalam doa ini ada komunikasi Yesus dengan Allah Bapa yang hendak mewujudkan persatuan dalam cintaksih yang sempurna antara Allah dan manusia dalam diri Yesus Kristus yang menjadi utusan Bapa.

Gereja menunjukan inti panggilan hidup sebagai orang beriman yaitu kita semua diundang untuk mencapi persatuan dengan Tuhan dalam kasih yang sempurna. Kita harus berusaha mewujudakan kesatuan itu dalam hidup bersama mulai dari lingkup terkecil dalam keluarga dan komunitas kita. Kebersatuan yang kita wujudkan bukan yang meniadakan perbedaan, tetapi persatuan yang bermula dari kasih dan kemuliaan Yesus. Demi kasihNya kita mau berkoraban bagi sesama dan demi kemuliaanya kita mau berdoa bagi sesama sekalipun mereka sudah menyakiti dan melukai diri kita. Mari kita jauhkan perpecahan, pertengkaran, yang terjadi karena ego, amarah, fitnah dan ketidakjujuran. Mari kita berjuang untuk mengusahakan kesatuan berdasarkan kasih Yesus yang bangkit dan selalu menanti dan mengharapakn kita semua untk mengalami dan menikmati kesatuan sempurna dalam kuasa cintaksih Allah Trintunggal. (by F.Matius Sudiantoro SDB)

Wednesday, 1 May 2013

Perintah Baru




Dalam injil hari ini Yesus memberikan perintah baru yaitu: “Supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang tahu, bahwa kamu adalah muridku, yaitu jika kamu saling mengasihi”. Perintah baru ini jelas untuk menggantikan perintah lama yang berisi mata ganti mata dan gigi ganti gigi yang kurang lebih maknanya saling membalas dendam dengan penuh kebencian. Mencintai atau mengasihi ini tidak bisa sepihak karena dalam perintah Yesus berkata hendaklah kamu saling mengasihi. Artinya ada saling memberi dan menerima menyambut dan disambut. Begitulah Kasih akan bermakna kalau ada saling mengasihi. Ada usaha dari kedua belah pihak untuk mewujudkan kasih itu menjadi nyata.

Hidup  saling mengasihi ini harus menjadi KTP kita sebagai murid Kristus, sehingga orang mengenal kita murid Kristus karena hidup saling mengasihi. Kalimat saling mengasihi ini sangat mudah diucapkan tapi sangat sulit untuk dilaksanakan. Mengasihi selalu menuntut pengorbanan atau pemberian diri bagi orang yang kita kasih. Harus siap juga mengalami penolakan dari orang yang kita kasihi. Memang permintaan Yesus untuk saling mengasihi seharusnya bersifat reciprokal, sehingga memang ada saling membahagiakan orang yang dikasihi. Berani mengorbankan diri untuk orang yang dikasihi bahkan memberikan nyawanya seperti Yesus:”hendaklah kamu saling mengasihi seperti Aku mengasihi kamu”. Bagaimana Yesus mengasihi kita yaitu dengan rela mati di kayu salib demi keselamatan manusia. Beranikah kita menjadi seperti Yesus yang rela mati demi orang yang kita cintai.

cinta mengalahkan segalanya
Maka bisa kita lihat perbedaan sikap antara orang baik dan orang jahat hanya dalam hal berikut ini orang jahat mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri, sedangkan orang baik berani mengorbankan dirinya untuk orang lain yang dikasihinya. Kalau perintah Yesus itu kita laksanakan dalam hidup maka tak akan ada pertengkaran dan peperangan di dunia ini. Sekarang pilihan ada pada kita masing-masing, akan menjadi orang baik atau orang jahat. Itulah kelebihan kita manusia dibandingkan dengan makluk lain yaitu kita mempunyai kebebasan untuk menentukan arah hidup kita. Yesus memberikan perintah baru tapi kita bisa tetap memilih untuk melakukan perintah itu atau menolaknya. Setiap pilihan selalu ada resiko yang harus diterima oleh si pemilih untuk manjadi orang baik atau orang jahat. Itulah kehidupan kita sebagai murid Yesus tentu akan memilih yang baik.

Paus Fransiskus menyatakan kasih Allah pada narapidana
Sebagai murid Kristus seharusnya kita melaksanakan perintah baru ini. Karena hidup saling mengasihi menjadi kartu identitas kita sebagai murid Kristus. Semoga kahadiran kita bisa menjadi pembawa kasih Kristus bagi sesama, sehingga orang bisa mengalami kasih Allah karena kehadiran kita bersama mereka. kita bisa menjadi pembawa damai dan pembawa cintakasih bagi sesama. Mari kita ingat dan lakasnakan kalimat dalam bahasa latini ini Amorem Dei ferens yang artinya menjadi pembawa kasih Tuhan atau dalam bahasa Italia Strumento dell’Amore. Sebagai murid Kristus hendaknnya kita bisa mewujudakan hal ini dalam kehidupan kita sehari-hari. (by. F.Matius Sudiantoro,SDB)

Mereka Mengikuti Aku



Minggu Paskah IV
Hari Minggu Panggilan
Para Imam Salesian
Hari ini bersama seluruh Gereja kita merayakan hari minggu panggilan. Sebagai umat beriman kita semua dipanggil oleh Allah untuk menuju kekudusan. Dalam Gereja kita mengenal adanya panggilan khusus yaitu orang yang terpanggil untuk menjadi imam dan menjalani hidup bakti sebagai biarawan biarawati. Dan munculnya panggilan khusus ini biasanya terwujud dalam keluarga yang menghayati imanya dengan kesungguhan hati. Meski selalu ada kekecualian misalnya ada orang yang menjadi imam meski orang tuanya masih muslim. Ada yang menjadi suster meski orang tuanya masih beragama protestan. Karena bagi Tuhan tiada yang mustahil.

Para Novis: calon suster FMA - don Bosco
Panggilan khusus ini sangat butuh dukungan dari keluarga dimana sang terpanggil menjalani hidupnya bersama keluarga. Banyak orang tua yang tidak mengerti bagaimana hidup berimannya sehingga sering tidak mengijinkan putera-puterinya untuk menjawab panggilan Tuhan secara khusus ini. Banyak juga anak muda yang tak bisa dengan mudah memastikan pilihan hidupnya karena terlalu banyak tawaran yang muncul dalam dunia sekarang ini, sehingga sering waktu mereka sudah habis sebelum sempat memilih.  Hal ini membuat banyak kaum muda tak tau ke mana arah hidupnya. Banyak kali bila ditanya cita-citamu akan menjadi apa? Kebanyakan dari mereka akan menjawab tidak tahu. Itu sekelumit pengalaman ketika berkecimpung dalam mendidik anak-anak muda di BLK Don Bosco Tigaraksa selama 4 tahun, untuk membantu mereka memiliki ketrampilan dalam hidup, setelah tamat SMA mereka belum tahu apa yang akan dicapai dalam hidupnya.

F.Matius berkarya di BLK: Suasana BLK Tangerang
Dalam injil hari ini Yesus bersabda:”Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka”. Kalimat ini sangat tepat dihayati oleh mereka yang hidup mengikuti panggilan khusus yaitu untuk diberi hidup yang kekal. Tapi kita sadar juga bahwa bila seorang dipanggil biasanya karena akan mendapat tugas dari yang memanggil. Itulah yang terjadi dengan mereka yang menghayati hidup dalam panggilan khusus. Bapa Suci Benedektus menuliskan dalam suratnya untuk minggu panggilan:”Panggilan imamat dan hidup bakti sumber harapan bagi dunia”. Mereka ini diutus untuk mewartakan hidup yang kekal yang telah diterimanya dari Yesus dalam seluruh hidupnya. Harapan akan hidup kekal inilah yang diwartakan dalam hidup bakti biarawan biarawati dan hidup para imam.

Kenyataan Gereja saat ini mengalami kekurangan dalam panggilan khusus, meski berbagai cara ditempuh untuk promosi panggilan tapi tidak seperti iklan yang menawarkan, barang di media sosial elektronik. Orang tertarik untuk mengikuti hidup relegius atau imamat tidak bisa sekedar karena iklan dan promosi panggilan dari berbagai tarekat. Tapi perlu mengalami dan melihat bahwa hidup sebagai seorang iman dan hidup bakti itu sesuatu yang membahagiakan. Sangat disayangkan banyak orang tua tidak merelakan anaknya untuk menjawab panggilan khusus ini karena kawatir anaknya tidak akan bahagia, karena dalam biara ada banyak aturan dan tidak boleh memiliki barang-barang seperti orang biasa. Inilah hidup panggilan yang harus menjadi tanda nyata Allah mengasihi manusia dalam segala kelemahan dan kekuranganya. Tapi Tuhan selalu memberikan rahmat dan berkatnya yang melimpah kepada kita. 

Para suster FMA dengan senyum ceria membawa Kabar Baik
Cinta Tuhan ini bisa terangkum dalam mazmur :” Tuhanlah gembalaku tak kan kekurangan aku”.  Dalam Tuhan semua kebutuhan kita akan terpenuhi, dan itu sungguh nyata dalam kehidupan seorang imam yang tidak pernah bekerja untuk mencari sesuap nasi, tetapi segala kebutuhan hidupnya terpenuhi. Begitu pula kehidupan para biarawan-biarawati mewujudkan secara nyata kasih Tuhan yang berlimpah bagi umat manusia. Sekaranga dan selamanya. AMIN (by.F.Matius Sudiantoro, SDB)

Monday, 22 April 2013

Marilah dan Sarapanlah



 Minggu paskah III

Sebagai Romo sering mengalami hal ini bila merayakan misa di susteran. Biasanya para suster misa pagi sekali karena mereka harus segera pergi ke tempat tugasnya masing-masing. Mereka selalu mengundang Romo yang merayakan Ekaristi untuk makan bersama mereka kadang sampai ada yang tersinggung kalau saya menolak untuk ikut sarapan, karena memang ada kegiatan lain yang harus saya lakukan. Yesus mengundang para rasulnya dengan ajakan “Marilah dan sarapanlah”. Ajakan para suster dari berbagai komunitas itu sama dengan ajakan Yesus untuk mengalami Ekaristi yang lebih nyata berbagi santapan yang kadang disertai berbagi pengalaman hidup yang saling memperkaya untuk menghayati Ekaristi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Ekaristi dirayakan setiap pagi kita sungguh mengalami seperti para rasul yang mendapat ajakan dari Yesus :”Marilah sarapanlah”. Hebatnya santapan yang kita terima tiada duanya, adalah Tubuh dan Darah Yesus sendiri yangat jelas tujuanya yaitu biasanya diulang dalam doa konsekrasi:“Makanlah inilah Tubuhku yang diserahkan bagimu”. Lalu dilanjutkan:”Minumlah inilah Darahku darah perjanjian baru dan kekal yang diserahkan bagimu untuk pengampunan dosa. Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku”. Inilah inti dan makna setiap perayaan Ekaristi kita diundang untuk menyantap Tubuh dan Darah Kristus.. Santapan ini memberi kekuatan yang menyelamatkan bagi kita. Seperti undangan Yesus :” Marilah dan sarapanlah” kepada para rasul yang kelelahan karena semalaman bekerja keras menangkap ikan, kita sering kelelahan menjalani kesibukan hidup kita sehari-hari mendapat undangan yang sama.

Ajakan Yesus ini kita dengarkan dalam masa Paskah, saat kita merayakan hari raya kebangkitan. Undangan istimewa ini dikatakan oleh Yesus yang sudah bangkit, artinya kita diajak merasa dan mengalami kebangkitan bersama Kristus. Maka kebangkitan Kristus juga menjadi jaminan bagi kita, bukan karena kita orang baik sehingga pantas menerima ajakan itu. Ajakan Kristus melulu anugerah dan rahmat Tuhan bagi kita semua. Tawaran ini menjadi lebih jelas lagi dalam ajakan sebelum kita menyambut komuni. “ Inilah anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanya”, kemudian umat menjawab:”Ya Tuhan saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh”. Menjadi sangat jelas ajakan ini merupakan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita semua untuk mengalami kesembuhan dalam hidup.  Terutama kesembuhan dari dosa “ diserahkan bagimu demi pengampunan dosa”.

Undangan Yesus dalam injil hari ini: “Marilah dan sarapanlah” merupakan contoh kemurahan hati kepada orang lain yang membutuhkan. Dalam kisah injil para rasul sedang kelaparan dan perlu makanan, maka Yesus dengan murah hati mengajak mereka untuk bersarapan. Maka pantas juga kita memiliki keberanian untuk memberikan diri kita, milik kita, kemampuan kita bagi orang lain yang membutuhkannya. Di dalam keluarga kita, di komunitas kita, di tempat kerja kita tapi juga dalam lingkungan masyarakat kita. Marilah kita wujudkan dalam kehidupan kita untuk saling mengasihi satu sama lain dengan penuh kemurahan hati seperti Hati Kudus Yesus yang penuh cintakasih kepada manusia. Seperti para rasul yang menawarakn keselamatan dalam pewartaan mereka “ Dialah yang ditinggikan Allah sendiri dengan tangan kanannya menjadi pemimpin dan penyelamat, supaya Isrel bertobat dan menerima pengampunan dosa”. Dengan begitu kita bisa berseru dengan pemazmur:”aku henadak memuji namaMu ya Tuhan selama-lamanya”. Karena kita menyambut undangan Yesus “marilah dan sarapanlah”. (by F.Matius Sudiantoro, SDB)

Ya Tuhanku dan Allahku



 Minggu Paskah II

Ini merupakan ungkapan Thomas untuk menyatakan imannya setelah Yesus menampakan diri kepadanya bersama rasul lainya. Yesus menambahkan” Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya”. Kalimat ini lebih untuk kita semua, karena memang tidak pernah melihat Yesus secara langsung seperti Thomas yang bisa menyentuh bekas luka dalam diri Yesus. Tapi kita bisa percaya kepada Yesus yang telah bangkit untuk keselamatan kita manusia yang percaya kepadaNya. Memang syarat untuk bisa diselamatkan oleh Yesus adalah kita harus percaya kepadaNYa. Maka pernyataan iman Thomas ini seharusnya juga menjadi pernyataan iman kita seutuhnya. Yang percaya kepada Yesus yang telah bangkit sumber keselamatan kita.

Dalam kalimat “Ya Tuhanku dan Allahku” terkandung iman yang sangat dalam, yaitu ada penyerahan diri secara total kepada Tuhan Allah yang kita percayai akan memberikan keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup kita. Kebahagiaan itu akan terwujud hanya kalau kita sungguh menyadari dan mengalami seperti yang kita nyanyikan dalam mazmur hari ini: “Bersyukurlah kepada Tuhan, karena baiklah Dia”. Orang akan bisa bahagia ketika mereka bisa bersyukur atas anugerah hidup yang diberikan kepadanya dalam segala suka-dukanya. Ini perlu belajar tahap demi tahap: pertama, bersyukur atas segala yang baik yang telah diterima dalam hidupnya. Kedua, bersyukur atas segala yang baik yang diterima orang lain dan ini lebih sulit karena kadang bisa muncul iri hati. Ketiga, ini sangat sulit untuk bisa bersyukur atas segala hal yang kurang baik bahakn yang tidak baik yang terjadi dalam dirinya. Harus belajar dalam proses hidup cukup lama. Mungkin bisa kita membandingkan dengan obat yang tidak enak rasanya tapi itu untuk kesehatan kita.


“Ya Tuhanku dan Allahku” juga menjadi pernyataan kita baik dalam hati atau diungkapkan dalam perayaan Ekaristi pada saat konsekrasi. Karena pada saat itu roti dan anggur diubah menjadi Tubuh dan Darah kristus sehingga sudah seharusnya kita mengalami seperti Thomas yang berlutut dan berseru “Ya Tuhanku dan Allahku”. Inilah mujizat terbesar yang bisa kita alami setiap merayakan Ekaristi. Mujizat ini terjadi melalui kata-kata yang diucapkan oleh orang berdosa seperti yang lainya tapi mendapat anugerah kuasa yang tiada terkira besarnya yaitu seorang imam yang menerima tahbisan imamat. Kuasa untuk mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus tidak Tuhan berikan kepada para malaikat di surga. Bahkan Bunda Maria yang suci dan tak bernoda tidak dianugerahi kuasa ini. Hanya dengan iman seperti Thomas kita bisa percaya akan mujizat Tuhan.

Tahun ini sebagai Gereja universal kita masih menjalankan Tahun Iman. Maka pantaslah pernyataan St. Thomas ini menjadi pedoman bagi kita untuk bertumbuh dan berkembang dalam iman. Gereja KAJ sudah mulai mau mewujudkan iman itu secara nyata dalam kehidupan sehingga sudah memulai Tahun ini sebagai Tahun Persaudaraan. Karena di dalam Yesus yang telah bangkit itu kita semua sebagai saudara. Ini terungkap dalam bacaan pertama “semua orang beriman selalu berkumpul dalam serambi Salomo dalam persekutuan yang erat”. Inilah persaudaraan yang hendak kita wujudkan sebagai bentuk nyata kita beriman kepada Kristus yang telah bangkit. Maka tema APP kita “ makin beriman, makin bersaudara, makain berbelarasa” seharusnya tidak selesai setelah perayaan Paskah, tetapi terus berlanjut dalam seluruh kehidupan kita. Supaya sabda Yesus “ Orang akan mengenal kamu sebagai muridku jika kamu hidup saling mengasihi satu sama lain”. Ini merupakan perwujudan nyata iman st Thomas “ Ya Tuhanku dan Allahku” yang akan terus kita hayati dalam keseluruhan hidup kita sekarang dan selamanya. Amin. (by F.Matius Sudiantoro, SDB)

Mari Kita Rayakan Dengan gembira


                                                                                                       PERJALANAN MENUJU KEBANGKITAN DALAM LITURGI PEKAN SUCI

Pada hari ini Tuhan bertindak. Mari kita rayakan dengan gembira. Inilah bunyi refren mazmur antar bacaan yang kita nyanyikan hari ini. Kita diajak untuk merayakan kebangkitan Kristus dengan gembira. Dalam kisah para rasul para murid memberikan kesaksian akan Kristus yang telah bangkit. Mereka mendapat berbagai macam ancaman tapi tidak  lagi mengalami ketakutan karena mereka percaya kepada Kristus yang telah bangkit. Maka pantaslah kita merayakan hari ini dengan gembira dan penuh sukacita. Para murid berani mewartakan kristus yang telah bangkit yang menjadi sumber kegembiraan dan sukacita.

Paskah dari bahasa ibrani Pessah artinya lewat. Dalam perjanjian lama bangsa Israel melewati berbagai rintangan dalam perjalanan menuju tanah terjanji, terutama ketika mereka bisa melewati laut merah yang terbelah oleh tongkat Musa. Bagi kita paskah adalah lewat dari kematian menuju kebangkitan, dan yang membuka jalan menuju kebangkitan adalah Kristus yang telah bangkit. Dialah yang menjadi jaminan bagi kebangkitan kita. Maka kita bisa bergembira samabil menyanyi bersama pemazmur” Pada hari ini Tuhan bertindak. Mari kita rayakan dengan gembira”. Dan juga membawa kegembiraan itu bagi sesama kita dimanapun kita berada.

Kebangkitan Kristus adalah hari raya kebebasan, manusia dibebaskan dari kuasa dosa, iblis dan kematian. Kebebasan biasanya memang menggembirakan dan membuat kita bersukacita. Maka kabar ini sering kita sebut sebagai injil artinya kabar gembira. Kebangkitan Kristus ini adalah kabar gembira yang harus kita wartakan. Dan inilah inti iman kita ada dalam kebangkitan Kristus dari alam maut. Sehingga ajakan dalam tema APP kita sangat relevan: makin beriman, makin bersaudara, makin berbela rasa. Kita beriman pada kebangkitan Kristus, dan iman yang benar akan membawa kita pada persaudaraan sejati. Kita semua adalah saudara dalam Yesus Kristus, Dia adalah Putera sulung dan dalam Yesus kita semua adalah anak-anak Allah. Sebagai saudara tentu kita juga akan memiliki belarasa maka kita mau mebagikan kabar sukacita ini bagi sesama kita.


Mari kita rayakan dengan gembira dalam kehidupan kita upaya kita untuk semakin beriman, makin bersaudara dan makin berbelarasa. Dengan semangat Kristus yang kasihNya tanap batas marilah kita membagikan kasihnya yang sudah kita terima dalam hidup kita. Seperti para murid yang menjadi saksi kebangkitan diminta mewartakannya samap ke ujung bumi, sekarang ini menjadi tugas kita, menjadi pewarta injil kabar gembira. Kabar gembira ini harus kita wartakan dalam keseharian hidup kita. Artinya setiap kali kita hadir harusnya membuat orang bersukacita. Karena kehadiran kita menjadi berkat bagi sesama. Dalam sengsara dan kebangkitannya kita tidak bisa melupakan keberadaan Bunda Maria. Yang dalam doa setiap hari kita serukan “ salam Maria penuh rahmat” marilah kita juga berseru dan mohon supaya kita masing masing menjadi penuh rahmat, supaya kita bisa menjadi rahmat dan berkat bagi sesama dalam seluruh kehidupan kita. Sehingga sekali lagi kita bisa berseru:” Mari kita rayakan dengan gembira”. 
(by.F. Matius Sudiantoro, SDB)

Saturday, 30 March 2013

Kristus Bangkit, Alleluia!



 PERJALANAN MENUJU KEBANGKITAN DALAM LITURGI PEKAN SUCI



Puncak perayaan terbesar adalah Hari Raya Kebangkitan Kristus. Malam Paskah dirayakan dengan sangat meriah, bila semua dibacakan kita akan mendengarkan 9 bacaan dari Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Mulai dari kisah penciptaan sampai puncaknya adalah kebangkitan Kristus. Perayaan Paskah ini diawali dengan Pekan Suci dan dilanjutkan dengan oktaf Paskah. Maka secara meriah dalam Gereja dirayakan selama dua minggu perayaan paskah ini. Pada malam Paskah ini lagu Alleluia mulai dinyanyikan kembali setelah dihentikan sejak rabu abu dalam masa tobat. Artinya malam ini pada hari raya kebangkitan Kristus kita boleh bersukacita memuji Tuhan, bukan hanya boleh tetapi ada keawajiban bagi kita untuk memuji Tuhan yang telah bangkit dengan lagu Alleluia.

Lagu mazmur pertama setelah kisah penciptaan adalah “ Aku wartakan karya agungMu Tuhan karya agungmu karya keselamatan”.  Kebangkitan Kristus adalah jaminan keselamatan bagi kita. Santo Paulus menyebut Yesus sebagai buah sulung dan kita akan mengikutinya.   Kita juga diminta untuk mewartakan kabar keselamatan ini bagi sesama kita. Perayaan malam Paskah diawali dengan menyalakan lilin Paskah yang menjadi simbol bahwa Kristus adalah sang terang yang telah mengalahkan kegelapan hidup umat manusia. Sekarang terang Kristus sudah menyala dalam kehidupan manusia. Sebelum mendengarkan injil tentang kebangkitan kita akan bersama-sama menyanyikan lagu Alleluia dengan sangat meriah. Allelui merupakan lagu pujian untuk memuliakan Allah yang telah bangkit.


Kebangkitan Kristus ini merupakan kemenangan cintaksih yang begitu besar terhadap kuasa dosa, iblis dan kematian. Yang selalu menebar ancaman dan ketakutan pada manusia, tetapi kebangkitannya membuat manusia mempunyai jaminan dalam kehidupannya yang penuh berkat dan cintaksih Tuhan. Karya keselamatan dalam kebangkitan inilah yang harus kita wartakan kepada sesama kita supaya bisa menerima keselamtan dari Kristus. Tanda nyata ada keselamatan biasanya juga ada pembatisan dalam perayaan ini, kalau tidak ada pembabtisan kita akan membaharui janji babtis kita untuk menegaskan kembali bahwa kita sudah menerima keselamatan dari Kristus yang telah bangkit dari mati.

Kata-kata malaikat” Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati? Dia tidak ada di sini, Dia sudah bangkit. Ingatlah perkataanya yang telah disampaikanya kepadamu: Putera manusia harus diserahakan ke tangan orang berdosa, disalibkan dan bangkit dari mati”. Itulah kenyataan kebangkitan yang diwartakan oleh para malaikat kepada para murid Yesus yang mencarinya. Dan kebangkitan ini merupakan jaminan keselamatan kita sehinga kita mempunyai alasan untuk bergembira dan bersukacita karena mengalami kasih Allah yang begitu besar. Karya keselamatan itu kita rayakan pada malam ini. Sengasara wafat dan kebangkitan Yesus selalu dihadirkan kembali dalam setiap perayaan Ekaristi yaitu Yesus yang memberikan diriNya untuk keselamatan umat manusia. Malam Paskah ini kita merayakannya dengan sangat meriah kemenangan Kristus untuk menyelamatkan kita. (by. F. Matius Sudiantoto,SDB)