Kiss of an Angel

That you are young is enough to make me love you very much.

There can be no virtue without obedience.

We must, each of us, be willing to sacrifice our own will, even at a heavy cost...The sacrifice that is needed is the sacrifice of the will.

Everyone invited

"If we do not give them something to think about their minds will turn to unwholesome thoughts."

"Act today in such a way that you need not blush tomorrow."

"Direct every action to the Lord by saying, “Lord, I offer You this work, please bless it.”"

"If you wish to fly high, start from the bottom.

I would like to stress good health, good moral conduct and serious studies. Health is a precious gift; take good care of it..

Saturday, 9 February 2013

Selamat Tahun Baru Imlek

Semoga di Tahun Ular Air ini, bumi kita semakin basah oleh Kasih Allah
kita semakin hidup berdampingan dalam sukacita berbagi.
salam.

Bertolaklah ke Tempat Yang Lebih Dalam



Perintah ini diberikan Yesus kepada para rasulnya yang sudah kelelahan bekerja menjala ikan sepanjang malam tanpa mendapatkan apapun. “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”. Petrus memberikan berbagai macam alasan atas ketidakberhasilan mereka tapi jawaban terakhirnya menjadi sangat penting dak bermakna bagi kita semua “Tetapi karena perintahMu, aku akan menebarkan jala juga”. Dan hasilnya mereka mendapat ikan sangat banyak sampai jala merka hampir koyak.

Kita diajak untuk selalu bekerja dalam Tuhan dan bersama Tuhan. Kalau tidak akan menjadi sia-sia seperti yang dikerjakan para rasul sepanjang malam dan tak mendapat hasil apapun. Tapi bersama Yesus kita diajak untuk bertolak ke dalam, kita harus bertolak ke dalam Hati Yesus yang penuh kasih. Sebelumnya kita perlu juga mengenal kedalaman hati kita masing-masing. Ada apakah di kedalaman hati kita? Kita akan mengenali diri kita seperti Petrus yang berkata kepada Yesus” Tuhan tinggalkanlah aku, karena aku orang berdosa”. Ungkapan yang sangat sadar kita tidak layak berada dihadapan Tuhan.

Tuhan mengerti dengan sangat baik siapa diri kita masing-masing. Dia sangat mencintai dan mengasihi kita tanpa syarat. Itulah kesempurnaan kasih Tuhan yang hari ini mengajak kita terus bertolak ke tempat yang dalam, yaitu Hatinya yang penuh berlimpah cintakasih untuk umat manusia. Supaya setelah mengalami kasih Allah ini kita juga bisa membawa orang lain kepada Allah. 
Tugas itu dinyatakan dalam sabda Yesus “ Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Artinya kita dipanggil bukan untuk berdiam diri saja, tetapi untuk mnjalankan tugas menjadi penjala manusia. Menangkap orang melalui kehidupan kita baik perkataan maupun perbuatan untuk dibawa kepada Tuhan. Artinya orang bisa mengalami kasih Tuhan melalui kehadiran kita bersama mereka.

Dalam bacaan pertama kita mendengarkan kisah panggilan nabi Yesaya. Setelah dia dikuduskan oleh bara api Tuhan oleh malaikat mendengar suara Tuhan berkata: “siapakah yang akan Ku utus? Dan siapakah yang akan pergi atas namaKu?” Nabi Yesaya menjawab: “inilah aku, utuslah aku”. Jawaban ini perlu kita teladani dalam kehidupan kita dalam menagagapi ajakan Tuhan untuk bertolak ke dalam. Kata inilah aku berarti menerima diri secara utuh dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Utuslah aku adalah kesiapsediaan untuk menjalankan tugas yang Tuhan berikan.

Tugas kita tercantum secara jelas dalam refren mazmur hari ini “Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan”. Nama Tuhan diwartakan supaya manusia mengerti bahwa mereka harus membuak diri untuk menrima keselamatan. Namun sebelum membawa keselamatan kita harus mengalami seperti nabi Yesaya yang dikuduskan atau Petrus yang merasa berdosa, namun mengalami belas kasihan Tuhan meski dia sendiri merasa tidak pantas “ Tuhan tinggalakanlah aku, sebab aku orang berdosa”.  Jawaban Yesus merupakan peneguhan “jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia”. Artinya ikut turut serta dalam karya keselamatan dengan menjalani perutusan setelah kita bertolak semakin ke dalam.  Jelas sekali bersama Tuhan kita akan menghasilkan sesuatu yang mengagumkan. Maka  marilah berkarya dalam naungan kasih Tuhan yang mau selalu menyertai dalam kehidupan kita. (by F. Matius Sudiantoro, SDB)

Sunday, 3 February 2013

Yang Paling Besar Diantaranya adalah KASIH



Santo Paulus memberi definisi kasih dalam suratnya yang hari ini kita dengarkan bersama. “Kasih itu sabar, murah hati dan tidak cemburu. Kasih itu tidak memegahkan diri, tidak sombong, dan tidak bertindak kurang sopan. Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak bersukacita karena kelaliman, tetapi atas kebenaran. Kasih menutupi segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengaharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.” Dia akhir perikop ini santo Paulus menyebut tiga kebajikan yang harus dimiliki oleh setiap orang: iman harapan dan kasih. Dari tiga kebajikan ini yang paling besar diantaranya adalah kasih.

Santo Yohanes menyebut Allah adalah kasih. Dan kasih Allah yang terbesar itu dinyatakan dalam diri Yesus Kristus Allah yang menjelma menjadi manusia. Dalam Yesus kita adalah juga anak-anak Allah, maka sudah selayaknya kita mejadi wujud nyata kasih Allah dalam bahasa latin “ amorem Dei ferens” . menjadi tanda dan pembawa kasih Tuhan karena kita semua adalah anak-anak Tuhan. Dan kita tahu manusia tidak bisa hidup tanpa kasih dari sesamanya.Untuk keberadaannya ke dunia kita perlu orang tua. Kita semua mempunyai ayah dan ibu yang membuat kita bisa lahir ke dunia ini dan itu terjadi juga semata karena kasih Allah kita dilahirkan ke dunia. Artinya manusia tidak bisa hidup tanpa Tuhan yang menciptakannya dan mengasihinya.

Dalam kenyataan dunia sekarang banyak sekali muncul yang berlawanan dengan kasih yaitu kebencian yang menyebabkan permusuhan satu sama lain diantara manusia. Terbukti masih terjadi perang di mana-mana. Perang antar negara yang terjadi di Timor tengah tak pernah berakhir. Perang antar suku sangat sering terjadi di negeri kita yang mempunyai semboyan Bhineneka Tunggal Ika. Sungguh menyedihkan tapi semua itu terjadi karena saling membenci. Beberapa  bulan lalu terjadi peperangan anata suku yang sangat dekat kampung saya antara suku bali dan lampung dan itu trjadi karena ada kebancian yang sangat besar diantara pelakunya. Kalau saja semua mengerti dan mau mengikuti perintah Yesus kasihilah musuhmu tidak akan pernah terjadi peperangan. Kasihilah sesamamu seperti dirmu sendiri itulah perintah yang diberikan kepada kita semua.

“Yang paling besar diantaranya adalah kasih” merupakan pernyataan yang sangat realistis dari santo Paulus. Karena tanpa kasih manusia tidak bisa hidup. Saya suka menyebutnya sebagai cinta segitiga yang harus dihayati setiap orang: cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama dan cinta kepada Tuhan. Ini merupakan tiga garis atau tiga sudut dalam sebuah segitiga. Ini merupakan sebuah analogi dari kasih Allah kita yaitu Allah Tritunggal Mahakudus. Dari sinilah kasih itu bersumber maka santo paulus menyebutnya  yang paling besar diantaranya adalah kasih. 

Simbol kasih itu adalah hati dan tanpa terkecuali kita semua mempunyai hati yang dianugerahkan Tuhan. Dari dalam hatilah mengalir kasih yang memang  Tuhan sendiri limpahkan kepada kita semua. Dalam injil Yesus diminta oleh orang yahudi untuk memamerkan kasihnya dengan menyembuhkan. Yesus menjalankan apa yang tadi disebut oleh Santo Paulus bahwa kasih itu sabar, tidak sombong dan lain-lain. Kalau kita mengasihi harus meneladan Yesus sang guru kita. Dia mengajarkan tapi juga memberikan  teladan bagaimana harus mengasihi sesama. Mengasihi  selalu menuntut pengorbanan dan kita bisa melihat dan mengalami sendiri kasih kristus kepada kita masing-masing. Kalau kita sudah dikasihi maka kita harus mengasihi, atau kita diberi rahmat maka kita harus menjadi rahmat dan berkat bagi sesama  dalam hidup kita.

(by F.Matius Sudiantoro, SDB)

Friday, 1 February 2013

Hendaklah Kamu Sehati Sepikir Dalam Satu Kasih




Hari ini kita merayakan pesta Don Bosco yang menjadi perwujudan nyata kasih Tuhan bagi kaum muda khususnya mereka yang tersisihkan. Don Bosco juga ingin kita semua bisa hidup dalam kasih Tuhan. Maka kalimat dari St. Paulus hendaklah kamu sehati sepikir dalam satu kasih sangat cocok menjadi pesan bagi kita semua dalam menjalani hidup ini; supaya kita bisa menjadi pembawa kasih Tuhan bagi sesama terutama yang terdekat dengan kita. Anggota komunitas dan keluarga kita masing-masing. Kita berkumpul bersama di sini untuk membentuk satu keluarga dalam kasih Tuhan.

Untuk bisa menjadi wujud kasih bagi orang lain lanjut St. Paulus setiap orang harus tidak mencari kepentingan dirinya tetapi kepentingan yang lain, dan dengan rendah hati menganggap orang lain lebih utama. Bahkan harus menjadi seperti Kristus yang rela tampil sebagai manusia lemah dan meninggalkan segala kemuliaanNya yang setara dengan Allah. Inilah seharusnya yang kita jalani dalam hidup kita seperti Yesus yang memberikan seluruh hidupnya karena kasihnya kepada umat manusia.

Dalam injil kita mendengar dari Yesus bahwa wujud kasih itu menjadi nyata dalam dalam tindakan melayani sesama. Yang terbesar hendaklah menjadi pelayan bagi semuanya. Itulah ajaran dan sekaligus teladan yang Tuhan Yesus berikan kepada kita pengikutnya. Kita disebut sebagai orang kristen dari kata Kristus, maka kita harus menjadi seperti Kristus dalam setiap tindakan dan perkataan yang kita wujudkan dalam hidup sehari-hari. Adakah semangat Kristus itu benar-benar menjiwai hidup kita yaitu menaruh pikiran dan perasaan Kristus dalam hidup kita. Kata yang biasa dipakai dalam injil : “Yesus tergerak hatinya oleh belas kasihan”.

Don Bosco dalam seluruh hidupnya menjalankan seperti yang dibuat oleh Yesus selalu tergerak hatinya oleh belas kasihan. Dalam  hal ini Don Bosco secara khusus memang memberi perhatian kepada orang muda yang miskin dan perlu perhatian. Tugas dan karya ini oleh Don bosco diwariskan kepada keluarga salesian yang nucleus memang para SDB sebagai penggerak supaya semua bertindak untuk keselamatan kaum muda. Perayaan pesta hari ini untuk meneguhkan semangat dan karya kita semakin membara dalam memberikan diri bagi kaum muda.

Kita di sini juga bersama banyak orang muda yang nantinya akan menjadi penggerak dalam gerakan besar ini, yaitu para frater dan bruder yang sedang dalam masa pembinaan. Mereka sedang mempersiapkan diri dengan menjalankan studi supaya nanti siap menjadi rasul kaum muda. Maka sangat dibutuhkan dukungan dari kita semua yang hadir di sini. Dalam ekairisti ini mari kita persembahkan diri kita bersama Don Bosco yang telah memberikan dirinya seutuhnya bagi keselamatan kaum muda. Penyerahan dirinya dinyataklan dalam kalimat berikiut :”For you i study, for you work, for you i live and for you i will give my life”. Dengan semangat Don Bosco marilah kita jalani hidup kita untuk kemuliaan Tuhan  dan keselamatan jiwa-jiwa manusia. (by F.Matius Sudiantoro SDB)

Sunday, 27 January 2013

Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang



Inilah kalimat terakhir yang dibaca Yesus dari Kitab Yesaya. Tahun rahmat ini tergenapi dengan hadirnya Yesus di tengah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan. Puncak segala rahmat yang Tuhan limpahkan kepada manusia adalah Yesus sendiri sebagai sang Emanuel yaitu Allah yang menyertai kita. Allah Putera ynag menjelma menjadi manusia itulah rahmat terbesar yang Tuhan berikan. Maka sabda Yesus “ Pada hari ini genaplah nas tadi sewaktu kamu mendengarnya”. Ini sungguh terwujud secara nyata dalam kehidupan kita.

Tahun rahmat Tuhan ini ditandai dengan: “ Roh Tuhan ada padaku, oleh sebab ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, dan Ia telah mengutus aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang tertindas dan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang”. Intinya kehadiran Tuhan bersama kita “Roh Tuhan ada padaku” yang bertujuan untuk membebaskan dari berbagai penderitaan manusia  yaitu kabar gembira kepada orang miskin, pembebasan untuk para tawanan, penglihatan untuk orang buta dan pembebasan bagi yang tertindas. 

Kehadiran Tuhan sebagai Sang Emanuel memberikan kegembiraan yang membebaskan dari kemiskinan, penjara, penyakit, dari perhambaan. Inilah yang dilimpakan kepada manusia  dalam Tahun rahmat Tuhan.  Perlu bertanya pada diri kita masing-masing apakah aku sudah menerima kabar gembira, pembebasan dan penyembuhan. Kalau belum berarti perlu membuka hati untuk menerima rahmat yang Tuhan limpahkan. 

Pintu dari segala rahmat itu adalah IMAN.  Tanpa iman tidak mungkin kita bisa mengerti rahmat yang Tuhan limpahkan kepada kita semua. Tahun ini kita diajak oleh Bapa Suci untuk memperdalam iman kita dengan membaca katekismus Gereja Katolik, mempraktekannya dengan meneladan hidup para santo dan santa, serta mewartakannya kepada semua orang bahwa Tuhan  mencintai manusia yang dalam injil hari ini disebut sebagai Tahun rahmat Tuhan telah datang.

Dalam bacaan kedua st. Paulus menjelaskan kesatuan kita sebagai anggota Tubuh Kristus yang disatukan dengan Kristus sebagai kepalanya. Maka kalau Kristus membuat semua orang mengerti bahwa Tahun rahmat Tuhan telah datang, kita juga mempunyai misi yang sama dengan sang kepala Gereja. Penyertaan Tuhan sangat jelas dalam sms yang saya terima dari seorang suster yang  berkecimpung dalam dunia kesahatan berikut ini: “ Kalau kemarin engkau kuat karena Tuhan mengasihimu... kalau hari ini engakau masih kuat karena Tuhan tidak meninggalkanmu... dan hari esokpun kita akan tetap kuat menghadapi setiap tantangan, terbuka terhada kasih dan pelayanan demi kemuliaan Tuhan, sebab Dia tetap sama, Dia tidak berubah... itulah janji Tuhan bagi anak-anakNya yang mengasihiNya”. Tolok ukur terbaik bahwa kita menerima rahmat Tuhan kalau hidup kita sudah menjadi rahmat atau berkat bagi sesama kita dimanapun kita berada. Marilah hidup dalam tahun rahmat Tuhan sekarang dan selamanya. Amin. (F.Matius Sudiantoro, SDB)

Friday, 25 January 2013

Apa Yang DikatakanNya padamu, Lakukanlah itu.



Kalimat yang dinyatakan Bunda Maria ini dalam suasana yang sangat genting menuntut Yesus berperan dalam kehidupan. Dalam perjamuan di Kana itu Yesus dan murid-muridnya menjadi tamu undangan. Kemudian ada masalah besar yang muncul yaitu tuan rumah kehabisan anggur, pesta yang menggembirakan ini akan menjadi malapetaka yang sangat memalukan kalau tidak ada pertolongan dari Bunda Maria yang hadir dalam pesta perkawinan yang meriah ini.

Dalam hidup kita kadang ada krisis yang muncul dan itu bisa membuat kita bertumbuh atau sebaliknya bisa membuat yang mengalami krisis menjadi hancur. Apakah kita juga mengundang Yesus dan Bunda Maria dalam kehidupan kita? Kehadiran Bunda Maria membantu menyelesaikan masalah dengan cepat tanapa diminta oleh tuan rumah.  Masalah yang muncul disamapaikan kepada Yesus oleh Bunda Maria “ mereka kehabisan anggur”. Yesus memberi jawaban yang tampaknya kurang simpatik dan sangat cuek terhadap permintaan ibunya. Kemudian Bunda Maria memberi pesan yang sangat menunutut tindakan Yesus. “Apa yang dikatakan kepadamu buatlah”. Akhirnya Yesus memang memberi pesan kepada para pelayan yang ada di sana dan mereka menyelesaiakan krisis itu bersama-sama dan pesta berlanjut dengan baik. Bila  kita mengundang Bunda Maria dan Yesus dalam hidup kita, maka kita akan dihindarkan dari krisis berkepanjangan, karena Bunda Maria pasti akan menolong kita di saat menghhdapi masalah tanpa kita minta sekalipun. Dia akan membawa kita kepada Puteranya. Dan pasti solusi atas maslah kita akan ditemukan dalam berbagai kesulitan yang kita hadapi. Cara Mengundang Bunda Maria dalam hidup kita adalah dengan berdoa dan mengimaninya, maka pertolongan Tuhan dan bundaNya akan menjadi nyata dalam kehidupan kita.

Bunda Maria melalui kalimat ini juga mengajari kita untuk mendengarkan sabda Puteranya Yesus “ Apa yang dikatakan padamu lakukanlah”. Ketika hal itu kita laksanakan maka hidup kita akan berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Bukan berarti hidup kita akan menjadi mudah tetapi kita akan menjadi bahagia dalam menghadapi persoalan hidup. Karena Tuhan sendiri akan menjalankan semuanya untuk kebahagiaan kita meskipun tanpa kita minta.  Pesan bunda Maria ini juga sangat cocok bagi kita yang sedang di awal masa biasa, seharusnya membuat kita semakin mampu untuk melaksanakan kehendakNya. Bunda Maria mengenal betul siapa Puteranya maka dia tidak segan untuk memberi perintah kepada kita “ apa yang dikatakanNya , lakukanlah”. Ternyata nasehat itu memang terbukti sangat baik .Perjamuan merupakan permulaan kemuliaan Allah dinyatakan melalui mujizat yang dibuat Yesus untuk pertamakalinya. 

Sebetulnya dalam bebeberapa hari terakhir ini juga terjadi mujizat yang sanagt besar ketika bencana banjir melanda Jakarta. Seluruh masyarakat benar-benar tertimpa bencana namun semuanya saling membantu.  Mendapat teladan dari gubernur DKI yang baru menjabat 3 bulan, seluruh aparat bawahanya datang mengunjungi berbagai tempat untuk mengirimkan bantuan, dari walikota, camat, lurah dan stafnya, RW dan RT datang untuk mengunjungi para pengungsi. Berkali-kali wisma kami jadi tempat penduduk sekitar mengungsi bila terjadi banjir tetapi untuk pertama kali mendapat kunjungan dan membawa bantuan untuk rakyat yang menjadi korban banjir. Bahkan  dokter untuk merawat mereka yang sedang sakit. Itulah mujizat terbesar yang terjadi di kota jakarta tahun ini. Semua mau saling membantu dalam menghadapi kesulitan hidup bersama.(by F. Matius Sudiantoro SDB)


Inilah Anak Yang Kukasihi KepadaMulah Aku Berkenan



Pada saat Yesus menerima pembabtisan dari Yohanes terdengar suara Allah Bapa” inilah anak yang kukasihi kepadaNyalah aku berkenan” bersamaan dengan itu ada Roh Kudus yang turun ke atas Yesus seperti burung merpati. Di sinilah cintakasih Allah sungguh dinyatakan dalam kesatuan Allah Tritunggal. Pernyataan Allah Bapa yang menyatakan Yesus sebagai Anak yang dikasihi itu juga mewakili seluruh umat manusia yang nyatanya adalah setiap orang sebagai anak terkasih Allah. Jadi dalam Yesus kita masing-masing adalah anak terkasih Allah.

Kemudian kita seharusnya juga hidup sebagai anak yang berkenan kepada Allah. Dan kita dilibatkan dalam misi keselamatan yang dibawa oleh Yesus, artinya sebagai anak yang dikasihi Allah, kita bisa membawa orang lain merasa dan mengalami dikasihi Allah. Seperti Yesus yang datang ke dunia dan membuat kita sungguh mengalami dikasihi Allah. Ha ini ditegaskan St. Paulus “ Kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita”. St, Paulus juga memberikan teladan dalam seluruh hidupnya sebagai orang yang sangat dikasihi Allah dan kemudian dia juga mewartakan kepada orang lain; supaya mereka bisa mengerti bahwa mereka dikasihi oleh Tuhan kita. Itulah pewartaan Santo Paulus yang disampaikan kepada kita.

Perayaan Pembabatisan Yesus oleh Yohanes menunjukan dengan jelas kekuatan Ilahi ini akan dianugerahkan dan dilimpahkan kepada kita manusia. Kekuatan Ilahi yang berguna agar semakin nampaklah bahwa Allah kita adalah Allah yang mahakuasa dan berbelaskasih. Ia selalu mendekati kita meski kita selalu menjauhiNya. Dia tetap berpihak pada kita yang sering melupakanNya. Kita dikasihi dan dicintai bukan karena perbuatan baik dan jasa kita, melainkan karena kasihNya yang sangat besar dan tanpa batas, Dia sungguh mencintai kita, mempelai yang dicintainya sebagai anggota Gereja. Karena dalam pembabtisan kita resmi menjadi anak Allah dan sebagai anggota Gereja yang adalah mempelainya. Dia sebagai kepala kita anggota tubuhnya.
Sebagai anak yang dikasihi Tuhan itu sungguh sudah kita alami, tetapi kita mempunyai tugas perutusan yang sangat penting dalam menjalankan misi keselamatan Kristus. Kita sudah dikuatkan oleh Roh Kudus  dan kita menerima Roh Kudus bukan hanya kita sebagai anak Allah tetapai kita juga harus membantu orang lain bisa mengalmi dicintai oleh Allah dan mereka sungguh merasakan sebagai anak Allah yang dicintaiNya. Inilah perjuangan hidup kita untuk selanjutnya yaitu menjadi pembawa kasih Tuhan.
"Inilah Anak yang Kukasihi kepadamulah Aku berkenan” yang dinyatakan Allah dalam pembabtisan Tuhan merupakan pengakuan akan Yesus sebagai Putra Tunggalnya sekaligus penerimaan diri kita sebagai anak-anak Allah dalam diri Yesus Kristus. Sekaligus tugas perutusan untuk membuat orang lain bisa merasakan dan mengalami sebagai anak Allah melalui kehadiran kita bersama mereka. Pada kalimat “kepadamulah Aku berkenan” merupakan pernyataan yang menunjukan bahwa Yesus adalah hamba Yahwe yang menderita. Dari penderittaanya itulah yang memenangkan hidup kita supaya berkenan kepada Allah .Maka kita harus siap juga mengalami penderitaan seperti Kristus yang membuat  kita diselamatkan. Penderitaan dan kesulitan yang kita alami ini dalam hidup suapaya membauat sesama kita bisa merasakan mengalami sebagai anak-anak Allah yang dikasihiNya. (by F.Matius Sudiantoro SDB)